Desain kreatif dan komunikasi visual
Desain kreatif dan komunikasi visual
Menerjemahkan tujuan komunikasi menjadi konsep visual, prototipe, dan portofolio.
Tujuan belajar
Setelah menyelesaikan materi ini, kamu diharapkan dapat:
- Hierarki dan komposisi.
- Tipografi, warna, dan aksesibilitas.
- Prototipe serta kritik desain.
Pahami konsep
1. Hierarki dan komposisi
Desain dimulai dari tujuan komunikasi dan kebutuhan pengguna. Atur hierarki visual, keterbacaan, kontras, dan konsistensi; kemudian uji prototipe pada pengguna atau skenario nyata sebelum memperhalus tampilan.
2. Tipografi, warna, dan aksesibilitas
Troubleshooting jaringan dilakukan bertahap: tentukan gejala, batasi ruang masalah, periksa lapisan paling sederhana, kumpulkan bukti dari konfigurasi atau log, lalu ubah satu hal pada satu waktu agar penyebab dapat dilacak.
3. Prototipe serta kritik desain
Sistem AI menghasilkan keluaran berdasarkan data, pola, model, dan instruksi; hasilnya tidak otomatis benar. Gunakan AI dengan tujuan jelas, periksa kembali fakta atau perhitungan, dan jangan memasukkan data pribadi atau rahasia tanpa alasan yang aman.
Contoh dekat dengan kehidupan
Gunakan sebuah brief proyek kecil yang sesuai bidang Desain. Tentukan kebutuhan pengguna, batasan waktu, standar mutu, dan bukti bahwa hasil sudah diuji.
Gunakan pola pahami → aplikasikan → refleksikan. Setelah melihat contoh, ubah angka, tokoh, benda, atau konteksnya dan coba selesaikan kembali tanpa melihat jawaban.
Coba sendiri
Buat artefak mini untuk Desain: checklist, diagram, prototipe, spreadsheet, konfigurasi, atau dokumentasi. Sertakan catatan apa yang sudah diuji dan apa yang perlu diperbaiki.
Ringkas dalam 30 detik
- Sebutkan satu konsep utama yang baru kamu pahami.
- Berikan satu contoh dari rumah, sekolah, kampus, atau lingkunganmu.
- Tulis satu pertanyaan yang masih ingin kamu cari jawabannya.